WhatsApp Image 2026-06-15 at 14.47.29
Ujian Praktik Berbasis Proyek: Siswa SMP Darul Itqon Hadirkan Karya Nyata dari Ide Menjadi Aksi

SMP Darul Itqon kembali menunjukkan inovasi dalam pelaksanaan ujian praktik kelas IX melalui pembelajaran berbasis proyek yang mengintegrasikan berbagai mata pelajaran. Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga menghasilkan karya nyata yang memiliki nilai kebermanfaatan dan keberlanjutan.

Salah satu proyek unggulan yang dihasilkan peserta didik adalah pembuatan tempe sebagai produk bioteknologi sederhana. Proyek ini melibatkan kolaborasi lintas mata pelajaran yang dirancang secara komprehensif dari hulu hingga hilir. Mata pelajaran IPA menjadi dasar utama dalam memahami proses fermentasi dan prinsip bioteknologi pada pembuatan tempe. Selanjutnya, peserta didik menerapkan konsep Matematika dengan merancang dan membuat bangun ruang yang digunakan sebagai cetakan tempe.

Tidak berhenti pada proses produksi, peserta didik juga dibimbing untuk memahami aspek ekonomi dan kewirausahaan melalui mata pelajaran IPS dengan menyusun proposal usaha dan strategi pemasaran produk olahan tempe. Sementara itu, pada mata pelajaran Informatika/TIK, peserta didik memanfaatkan teknologi untuk menghitung laba, rugi, serta proyeksi keuntungan usaha menggunakan berbagai rumus dan aplikasi pengolah data. Kemampuan komunikasi global turut diasah melalui mata pelajaran Bahasa Inggris dengan kegiatan presentasi hasil proyek kepada guru dan teman sebaya.

Selain proyek bioteknologi, peserta didik juga menghasilkan karya seni yang memiliki nilai guna dan keberlanjutan berupa taplak meja kreatif. Proyek ini merupakan hasil kolaborasi antara mata pelajaran Seni Rupa, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), serta Bahasa Jawa. Melalui Seni Rupa, peserta didik mengembangkan kreativitas dalam mendesain dan membuat taplak meja yang estetis sekaligus fungsional. Pada mata pelajaran PPKn, peserta didik mengaitkan karya yang dibuat dengan nilai-nilai kewarganegaraan, seperti tanggung jawab, gotong royong, dan kepedulian terhadap lingkungan. Adapun Bahasa Jawa digunakan sebagai sarana presentasi untuk melestarikan budaya dan meningkatkan kemampuan berkomunikasi menggunakan bahasa daerah.

Sementara itu, mata pelajaran Bahasa Indonesia menghasilkan karya berupa cerpen yang mengangkat pengalaman, proses, dan hasil proyek yang telah dilakukan peserta didik. Cerpen-cerpen tersebut kemudian dikemas secara digital dalam bentuk flip book sehingga lebih menarik, mudah diakses, dan dapat menjadi dokumentasi karya literasi peserta didik. Link dapat diakses sebagai berikut:

https://read.bookcreator.com/PK5adLno9KgE8mPN6QgC9y6DVpP2/wW-xsPKuRsCHKd1vx5J0xg

https://read.bookcreator.com/PK5adLno9KgE8mPN6QgC9y6DVpP2/35_AtsFaTGKkvkp55gN7LA

https://read.bookcreator.com/PK5adLno9KgE8mPN6QgC9y6DVpP2/3M2oK1dOQQq3em5m9xzc7A

https://read.bookcreator.com/PK5adLno9KgE8mPN6QgC9y6DVpP2/5VLyZY7TS4SI5r7-ryBIzA

https://read.bookcreator.com/PK5adLno9KgE8mPN6QgC9y6DVpP2/VT4KiglDRN-MkudizIo-wg

https://read.bookcreator.com/PK5adLno9KgE8mPN6QgC9y6DVpP2/GTt7RwYjSYO7mUpzI1gnAw

https://read.bookcreator.com/PK5adLno9KgE8mPN6QgC9y6DVpP2/uorMARglQCKXAEtvi4WSpQ

Kepala SMP Darul Itqon Kuunu Ghurron Muhajjalina, M.Pd menyampaikan apresiasi atas semangat dan kreativitas peserta didik dalam menyelesaikan berbagai proyek tersebut. Menurutnya, ujian praktik tahun ini menjadi bukti bahwa pembelajaran dapat dirancang secara bermakna, kontekstual, dan terintegrasi sehingga mampu mengembangkan kompetensi akademik, keterampilan abad ke-21, serta karakter peserta didik secara bersamaan.

Melalui pelaksanaan ujian praktik berbasis proyek ini, SMP Darul Itqon berharap peserta didik tidak hanya memperoleh nilai akademik, tetapi juga pengalaman nyata dalam berpikir kritis, berkolaborasi, berkomunikasi, dan menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud komitmen sekolah dalam menghadirkan pembelajaran yang inovatif, berkelanjutan, dan relevan dengan kebutuhan kehidupan nyata.

Berita Terbaru